Minggu, 21 Oktober 2012

Sikap Orang Lalai dan Sikap Orang Berakal


Orang yang lalai, memulai harinya dengan memikirkan apa yang harus ia lakukan. Sedangkan orang yang mau menggunakan akalnya, akan merenungkan apa yang akan dilakukan Allah terhadap dirinya.

(Petuah ke-104,Kitab Al Hikam, Petuah-petuah Agung Sang Guru, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Khatulistiwa Press 2010)
 
 

Metode Pendekatan Hukum


Salam Silaturrahmi........

Metode pendekatan hukum terbagi kedalam enam metode yakni:
1.  Metode Idealis
       Berititik tolak pada suatu pandangan bahwa hukum sebagai perwujudan dari nilai-nilai tertentu, yaitu keadilan
2.  Metode Normatif Analisis
Melihat hukum sebagai suatu aturan yang abstrak. Metode ini melihat hukum sebagai lembaga yang benar-benar otonom dan dapat dibicarakan sebagai subjek tersendiri, terlepas dari hal-hal lain yang berkaitan dengan peraturan-peraturan.
3.  Metode Sosiologis
Bertitik tolak dari pandangan yang melihat hukum sebagai alat pengatur masyarakat (as tool engenering social)
4.  Metode Historis
       Metode yang mempelajari hukum dengan melihat sejarah hukum itu sendiri
5.  Metode Sistematis
       Metode yang mempelajari hukum dengan cara melihat hukum sebagai satu system yang terdiri dari sub-sub system. Misalnya: hukum pidana, perdata, HTN.ilmu pengetahuan hukum dengan cara seperti ini disebut, systematiche rechtsweten schap.
6.  Metode Komparatif
       Metode yang mempelajari hukum dengan membandingkan antara tata hukum yang berlaku di suatu negara tertentu dengan tata huukum yang berlaku di di negara lain baik di masa sekarang atau lampau.
Wallahu a’lam

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua Insya Allah. Amin

Tanda Hati Yang Mati


Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih bila terlewatkan kesempatan beramal, dan tidak adanya penyesalan atas bermacam pelanggaran yang telah engkau lakukan

(Petuah ke-45,Kitab Al Hikam, Petuah-petuah Agung Sang Guru, Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, Khatulistiwa Press 2010)

Rabu, 19 September 2012

Penderitaan Dan Cobaan Merupakan Karakter Asli Dunia


 Jangan engkau merasa heran atas terjadinya kesulitan selama engkau berada di dunia ini, sebab memang begitulah yang patut terjadi dan yang menjadi karakter asli dunia

Rasulullah saw. pernah  berpesan kepada ‘Abdullah bin Abbas ra.”Apabila engkau sanggup beramal karena Allah secara tulus dan penuh dengan keyakinan, maka laksanakanlah. Namun, apabila engkau tidak mampu untuk melakukannya, maka bersabarlah

(Petuah ke-22,Kitab Al Hikam, Petuah-petuah Agung Sang Guru, Syaikh Ibn ‘Atha’illah 
as-Sakandari, Khatulistiwa Press 2010)

Peringatan Ke-8


Allah berfirman: Wahai manusia!
Aku menciptakan kamu sekalian tidak main-main.
Tidak pula tanpa tujuan. Sungguh aku bukanlah pelupa.
Aku sesungguhnya mengetahui gerak-gerikmu.
Engkau tidaklah akan memperoleh karunia-Ku
kecuali dengan sabar atas segala apa yang tidak engkau sukai dalam mencari keridhaan-Ku.
Bagi kamu, sabar dalam patuh dan tunduk kepada-Ku
lebih ringan daripada sabar dalam durhaka.
Meninggalkan dosa jauh lebih ringan bagimu
daripada pembebasan-Ku kepadamu dari panas api neraka.

(Peringatan Kedelapan, Hadist Qudsy,  Peringatan-peringatan Ilahi Dalam Hadist Qudsy. Imam Al Ghazali, Mitra Pustaka: 2000)